
Muara Enim — Tim Pembina Samsat Muara Enim II melaksanakan kegiatan penagihan dan pendataan terhadap kendaraan operasional perusahaan serta alat berat yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta penertiban administrasi kendaraan yang digunakan untuk mendukung aktivitas usaha di wilayah tersebut.
Tim Pembina Samsat yang terdiri dari unsur Bapenda Sumatera Selatan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan PT Jasa Raharja melakukan verifikasi langsung ke sejumlah perusahaan untuk memastikan kesesuaian data kendaraan, status kepemilikan, serta kepatuhan terhadap kewajiban pembayaran pajak dan SWDKLLJ.
Kegiatan ini difokuskan pada kendaraan operasional dan alat berat yang memiliki potensi pajak signifikan, namun belum sepenuhnya terdata atau belum memenuhi kewajiban administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, Tim Pembina Samsat juga memberikan sosialisasi terkait pentingnya kepatuhan pajak sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Lahat, Arya Aditya melalui Penanggung Jawab Samsat Muara Enim II, Chandra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, khususnya sektor badan usaha.
“Kegiatan penagihan dan pendataan ini bukan semata-mata penegakan kewajiban, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan agar perusahaan lebih tertib administrasi. Kendaraan operasional dan alat berat yang digunakan dalam kegiatan usaha wajib didaftarkan dan memenuhi kewajiban pajaknya sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Chandra.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi pendapatan daerah dari sektor PKB akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Tim Pembina Samsat Muara Enim II berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dan terukur, guna memastikan seluruh potensi pajak kendaraan dapat terdata secara akurat dan terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan.
